Tari Lego Lego Berasal dari Daerah Alor

Pesona tari lego lego berasal dari daerah kepulauan Alor di NTT. Pulau Alor Pantar, provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki 18 bahasa lokal, 24 kelompok etnis dan 3 agama yang berbeda. Kesenian daerah Alor ini cukup menggambarkan miniatur keberagaman di Indonesia.

Kabupaten Alor dibagi menjadi tiga suku, yaitu Alor Besar (Laffo Beng), Alor Kecil (Laffo Kisu), dan Dulolong (Dololu). Suku-suku ini berasal dari gunung kecil (Nuh Atinang). Selain ketiga daerah utama ini, masyarakat kabupaten Alor juga tinggal di pantai barat laut Alor, pulau Ternate dan pulau Buaya. Mereka juga menarikan tari lego lego berasal dari daerah mereka saat lebaran.

Masyarakat Alor dibagi menjadi dua wilayah budaya. Pertama adalah Nuh Mate artinya masyarakat gunung besar dan kedua adalah Nuh Atinang, yang berarti masyarakat gunung kecil. Sebagian besar masyarakat Nuh Mate beragama Kristen dan mereka tinggal di pusat daerah. Sebaliknya, masyarakat Nuh Atinang adalah Muslim dan tinggal di daerah pesisir. Mereka sama-sama melestarikan tari lego lego dengan ciri khas masig-masing suku.

Selain masyarakat Alor, ada suku-suku lain di pulau Alor adalah Abui, Kui, Hamap, Kelong, Mataru, Adang atau Kabola dan Kolana. Mereka berasal dari gunung besar. Tapi dalam sebuah acara mereka bergandeng tangan menarikan tari lego lego. Di antara kelompok minoritas Islam suku Alor juga menganut kepercayaan. Karena sebelum agama Islam dan Kristen, etnis Alor mempercayai Dewa Matahari. Tarian itu dilakukan dengan mengelilingi tiga buah batu bersusun yang disebut Mesbah, benda yang disakralkan dalam tradisi suku Abui.

Formasi Tari Lego Lego

Para leluhur masyarakat Alor telah menciptakan formasi tari lego lego yaitu berbentuk lingkaran untuk menumbuhkan dan memelihara konsep pluralitas. Seperti perhimpunan antar daerah Galeyeo Watang Lema dan Solor Watang Lema. Bahkan mereka juga memilik perhimpunan antar agama Islam dan Kristen. Tulisan ini adalah oleh-oleh dari seorang teman yang beberapa bulan lalu liburan pulau Alor. Di sini penulis melihat sebuah pluralitas yang telah berhasil dipelihara, dikembangkan dan di lestarikan hingga sekarang.

Tari Lego Lego Mempunyai Makna Persatuan

Tarian ini merupakan lambang kekuatan, persatuan dan persaudaraan warga suku Abui yang dilakukan secara beramai-ramai dengan bergandengan tangan dan bergerak secara melingkar. Tari lego lego ini biasanya ditarikan oleh penari pria dan wanita secara massal. Dalam tarian ini, mereka menari bersama-sama untuk membentuk formasi melingkar mengelilingi Mesbah. Mereka menari dengan bergandeng tangan sebagai simbol persatuan. Dan tarian ini mereka mulai sejak pagi hingga sore hari.

Tari lego lego berasal dari daerah ini memiliki makna persatuan dan persahabatan yang kuat. Satu contoh; syair dalam lagu daerah suku Alor, terdapat metafora dan konsep persaudaraan ‘Rua Kakang Aring’. Metafora ini bermakna persatuan, keragaman. Roh persaudaraan berasal tanah Alor, sedangkan agama berasal dari laut (luar pulau). Ini berarti bahwa tidak ada yang bisa mematahkan persatuan di antara mereka. Di sisi lain, tidak masuk akal bagi umat Islam dan Kristen untuk mengabaikan satu sama lain.

Lirik lagu daerah suku Alor dalam tari lego lego menceritakan tentang sebuah pengalaman agar bisa saling mengerti bagaimana memelihara keberagaman. Pada lirik lagu daerah suku Alor ini juga ada kalimat; ‘Haki-Haki Tifang Lefo Narang’ atau ‘Toramiti Tominuku’ yaitu metafora dari persatuan dalam keanekaragaman. Kedua konsep tersebut telah diwarisi melalui salah satu tradisi yaitu ‘tarian lego lego’. Ekspresi ini untuk mengungkapkan kemewahan inklusif budaya etnis mereka.

Setiap desa dan suku di Alor percaya bahwa Mesbah adalah pusat ritual tari lego lego. Menari sambil mengelilingi Mesbah berarti bahwa Mesbah berfungsi sebagai media transendental antara manusia dan Tuhan. Misalnya, ketika kaum-kaum minoritas Alor melakukan selebrasi ritual sunnah hada (sunat tradisional), mereka tetap mengelilingi Mesbah meskipun mereka sudah menjadi Muslim. Dengan demikian pada bagian ini, Islam dan keyakinan para pendeta terasimilasi dalam persatuan.

Properti Tari Lego Lego

Properti yang Digunakan dalam Tari Lego Lego

Kesenian daerah Alor ini menggunakan bermacam-macam properti sesuai ciri khas suku mereka. Terkadan properti yang digunakan dalam tari lego lego adalah peralatan ritual seperti gong dan moko. Tapi pada suku tertentu tarian ini dilakukan tanpa musik pengiring, jadi hanya diiringi oleh nyanyian. Karena suara gelang perak di kaki para penari wanita akan mengeluarkan bunyi gemerincing jika digerakkan.

Para penari memakai busana adat sarung dari kain tenun khas adat Alor. Para penari pria menggunakan ikat kepala, sedangkan rambut perempuan dibiarkan terurai.

Contohnya para peserta tari lego lego berasal dari daerah Nuh Mate menggunakan beberapa peralatan berburu seperti busur dan pedang untuk pria dan gelang kaki untuk wanita. Tetabuhan gong dan gendang dari kuningan atau moko mengiringi gerak para penari yang bergerak sambil mengumandangkan lagu dan pantun dalam bahasa setempat. Sementara itu, peserta tarian adat lego lego dari Nuh Atinang biasanya menggunakan instrumen musik seperti gong dan drum kecil. Perbedaan antara Nuh Mate dan Nuh Atinang, dapat dilihat sebagai identitas budaya. Identitas budaya sebenarnya mencerminkan pengalaman bersama sebagai simbol budaya dalam sejarah yang menjadikannya satu kesatuan.

Satu lagi, dalam tari lego lego berasal dari daerah Takpala; suku Abui sebelum berburu akan menyentuh Mesbah dengan busur dan anak panahnya agar mendapat keberuntungan. Mereka percaya bahwa Mesbah bisa berubah menjadi lebih kecil atau lebih besar bergantung pada ukuran lingkaran yang dibuat oleh para penari. Sambil menari sebagai ungkapan terima kasih dan kegembiraan.

Jumlah peserta tari lego lego adalah sekitar lima puluh hingga seratus orang, bahkan kadang-kadang lebih. Semangat kebersamaan di antara masyarakat Alor juga dapat dilihat saat mereka menari. Mulai dari kepala adat hingga masyarakat tingkat sederhana berkedudukan sama. Tidak ada stratifikasi selama mereka menari, setiap individu memiliki posisi sama dalam kesenian daerah Alor ini.

Gerakan dalam Tari Lego Lego

Tari Lego Lego dari Ntt

Tentang gerakan tari ini di jelaskan penari pria dan penari wanita berdiri bergandengan tangan dalam satu baris, membentuk lingkaran mengelilingi Mesbah. Suara gemerincing gelang kaki penari wanita sebagai pengatur ritme gerakan mereka sambil menyanyikan lagu-lagu adat. Terdapat juga seorang penari sebagai pemanduan agar gerakan mereka kompak. Gerakan ini adalah simbol dari kebersamaan, kekompakan dan kekuatan suku Alor.

Di jelaskan gerakan dalam tari lego lego didominasi oleh gerakan kaki pada setiap arah langkah maju, mundur atau kanan dan kiri. Tapi dalam tarian ini benar-benar perlu kekompakan dan konsentrasi dalam Menarikannya. Karena jika tidak kompak, akan terdengar suara gelang kaki yang membingungkan. Dengan demikian, penari bisa saja terjatuh karena kehilangan keseimbangan.

Pada tari lego lego ini memiliki gerakan sederhana. Di kesenian daerah Alor ini biasanya setiap suku memiliki gaya tarian sendiri-sendiri, baik dari segi gerakan, yanyian dan pelatihannya. Namun, yang menjadi ciri khas tari lego lego ini adalah selalu melakukannya dengan berdiri dan menari di sekitar Mesbah.

Ketika generasi tua meninggal maka generasi muda harus tumbuh dan terbiasa dengan ajaran berharga yang disebutkan di atas. Karena itu, tradisi kesenian daerah Alor ini sangat penting untuk dilestarikan. Tarian ini awalnya sebuah tarian yang sering digelar selama upacara atau dikumpulkan setelah kegiatan sebagai ungkapan kegembiraan mereka. Tapi sekarang tari lego lego lebih banyak digunakan dengan tujuan untuk banyak acara, misalnya:

  1. Pada renovasi masjid atau gereja.
  2. Perayaan hari kemerdekaan.
  3. Penyambutan tamu penting.

Sebagaimana ditulis sebelumnya, tarian ini merupakan ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat terhadap tuhan. Selain itu, tari juga ditarikan untuk menyambut tamu. Ini menggambarkan semangat persaudaraan, persatuan dan penghormatan masyarakat Alor terhadap para tamu mereka. Ini terlihat dari gerakan tarian yang saling berpegang satu sama lain dan berkumpul di satu lingkaran untuk merayakan kebersamaan tanpa membedakan status sosial, jenis kelamin dan lain-lain. Itulah pesona tari lego lego berasal dari daerah Alor Pantar NTT. Thanks to Anggraini

  • 12
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.