Psikologi Budaya Dan Perilaku Intra Masyarakat

Sebenarnya dalam psikologi budaya ini hanya saya jadikan sebagai bahan acuan pada ulasan berikutnya, yang terkait dengan perilaku intra budaya atau pola perilaku masyarakat. Dan tentunya update di posting berikutnya yang sangat kental kaitanya dengan artikel ini seperti Eksploitasi Seni.

Dalam psikologi budaya kita harus memahami apakah terminologinya terlebih dahulu yaitu keseluruhan kegiatan, keyakinan, gaya hidup, ritual, etika, seni dan pola perilaku masyarakat. Tetapi ia memiliki definisi lebih luas lagi karena terdapat unsur-unsur yang bervariasi didalamnya. Sehingga tidak mudah menjelaskan secara rinci hubungannya dengan budaya. Tetapi ada dua cara yang umum digunakan untuk menjelaskan hubungan keduanya yaitu dengan memahami apakah itu yang disebut dengan psikologi intra dan psikologi lintas budaya.

Psikologi intra budaya atau pola perilaku masyarakat berusaha untuk memahami dasar budaya perilaku dengan cara mempelajari ciri khasnya, aturan dan normanya, serta bagaimana tradisi membentuk pengaruh kolektif dalam masyarakat tersebut. Tetapi psikologi semacam ini hanyalah dianggap sebagai psikologi budaya, dalam bahasa sederhananya adalah studi tradisi dan pengaruhnya terhadap psikologi personal. Hal ini semacam penggolongan atau kategorisasi yang dapat menyesatkan karena cenderung hanya melihatnya sebagai unit fundamental yang beda dan hanya fokus pada perbedaan daripada persamaan.

Secara garis besar kita memakai bahasa sederhana saja untuk menjelaskan psikologi intra budaya, yaitu yang biasa disebut sebagai pola perilaku dalam masyarakat. Hal-hal yang biasa ada dan menjadi sebuah kebiasaan turun temurun yang dibentuk oleh lingkungan sehingga hampir dapat dikatakan sebagai ciri-ciri kelompoknya sehingga menjadi sebuah kesepakatan kolektif tentang norma, adat dan perilaku.

Psikologi lintas budaya adalah pola perilaku yang sama diantara beberapa psikologi intra budaya. Psikologi ini berfokus pada bagaiamana menemukan pola universal sebuah perilaku atau keyakinan yang sifatnya umum diantara orang-orang dari semua unsur budaya. Cara ini dipakai untuk menemukan pola konvergen perilaku personal yang ada dalam sebuah masyarakat yang berguna untuk menyelesaikan sebuah perbedaan dalam intra budaya agar dapat mengembangkan sebuah kebudayaan baru yang dapat diterima oleh seluruh masyarakat dengan tidak mengedepankan salah satu yang dimiliki oleh sebagian masyarakat karena merasa budayanya lebih daripada yang lainnya.

Kisah kelahiran psikologi budaya terkait erat dengan kisah evolusi manusia misalnya ketika dimulai dari pembentukan suku, mempertahankan hidup, keamanan kelompoknya. Hal ini disesuaikan dengan perilaku kelompoknya yang dikemudian hari berkembang menjadi sebuah kumpulan. Kemudian kumpulan ini berkembang lebih luas lagi wilayahnya menjadi masyarakat.

Manusia ketika baru lahir hanya bisa menjadi hewan sosial karena belum mengetahui apapun selain menangis. Lambat laun menurut tumbuh kembangnya ia memiliki nalurinya untuk mencari sesuatu bagi kebutuhan dan kelangsungan hidupnya. Kemudian perkembangan budaya demikian berakar pada kebutuhan manusia sendiri untuk keamanan, keselamatan dan kelangsungan hidup. Pemikiran mereka berkembang mengikuti aturan, norma, tradisi masyarakatnya sendiri dan budaya adalah tentang kesesuaian yang terjadi pada kemudian hari.

Psikologi Budaya Universal

Dimensi universal untuk studi ini menggunakan pola perilaku atau psikologi kognitif untuk mengukur bagaimana seseorang diprogram untuk berperilaku dalam situasi tertentu. Psikolog mengklaim bahwa ada perilaku psikologi budaya universal yang terdapat di antara manusia tertentu dan pola perilakunya. Hal yang sedemikian apakah penting untuk dipahami? Jika usaha semacam itu dilakukan, maka segala perbedaan dalam intra masyarakat dapat diwakili oleh lintas budaya saja sebagai sebuah kesamaan antar budaya. Namun sikap tertentu dan pandangan dunia atau pendapat, emosi, persepsi, sebagai sifat dasar manusia mengatakan bahwa kecerdasan atau imajinasi yang bukan spesifik mungkin memiliki perbedaan intra budaya dan kesamaan antar budaya.

Psikologi Budaya Universal

Misalnya emosi dan ekspresi emosional adalah umum ada di semua budaya. Kita semua menangis ketika melihat sebuah tragedi besar karena kita sedih dan tertawa ketika kita senang. Kita juga memiliki sikap umum dan opini misalnya pandangan yang mendukung terhadap kejujuran. Kita membenci kejahatan dan itu secara universal karena secara naluriah manusia membenci sebuah kejahatan. Perilaku universal ditemukan di seluruh budaya tetapi mungkin masih ada variasi. Hal ini karena pengaruh keyakinan dan sikap intra-budaya yang kuat. Sikap-sikap yang tidak universal biasanya terkait dengan kebiasaan dan bukan emosi, misalnya sikap terhadap pernikahan dan tata cara adatnya.

Psikologi Budaya Dan Agama

Psikologi budaya di dunia saat ini sebagian besar dibentuk oleh sistem kepercayaan agama, sosial politik atau ekonominya. Hal yang demikianlah menjadikannya tampak hampir tidak fleksibel dalam akarnya. Seperti yang terlihat dalam struktur keagamaan yang kaku pada masyarakat, pola budaya telah berubah yang kemudian diwujudkan dalam politik dan sistem ekonomi. Pembengkokan terjadi yang menyebabkan ketidakmurnian budaya dalam terapannya karena pengaruh peraturan agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat.

Lama kelamaan terjadi sebuah perkembangan baru yang melibatkan ajaran atau aturan agama yang dimasukkan dalam nilai-nilai intra budaya dan dapat diterima sebagai bagian dari norma dan pola perilaku tetapi menggeser sedikit posisi adat murni. Mungkin terjadi sedikit pertentangan pada sebagian personal yang tidak menganut agama mayoritas itu tetapi akan ada sikap-sikap permisif selama tidak merugikan kepentingan kolektif kelompoknya. Dalam hal ini metode psikologi lintas budaya akan berfungsi sebagaimana mestinya yaitu mencari persamaan konvergen agar diperoleh sebuah perkembangan psikologi budaya baru yang selaras secara universal.

Perbedaan pada pandangan dan emosi karena tingkat kecerdasan manusia yang satu dengan lainnya berbeda memang sangat manusiawi sebagai sifat dasar manusia tetapi hal ini selama masih dapat ditolerir tidak akan mengakibatkan adanya sebuah pergeseran nilai budaya menjadi sebuah budaya baru. Dalam hal ini psikologi budaya memandangnya sebagai bagian kecil dari psikologi intra budaya yang berhubungan dengan kondisi emosi personal bukan kolektif. Thanks to Anna

Leave a Reply