Perilaku Sosial Masyarakat Dan Individu

Perilaku individu adalah tingkah laku yang dipengaruhi oleh perilaku sosial masyarakat, norma adat, emosi, nilai dan etika. Ia mampu bertindak secara bertanggung jawab dan dapat diterima saat berinteraksi dengan orang lain. Tindakan tersebut di dalam suatu masyarakat dan masyarakat lainnya tidaklah serupa tetapi secara garis besar ia memiliki kesamaan-kesamaan antara satu dan lainnya. Karena secara kodrat manusia adalah makhluk sosial, segala tindak tanduknya selalu berhubungan dengan yang lainnya.

Sedangkan perilaku sosial adalah tindakan menjaga segala tingkah laku yang sesuai dengan standar sosial yang baik dan dapat diterima oleh sekelompok individu-individu atau masyarakat. Secara sederhana dapat diterjemahkan yaitu kumpulan dari perilaku-perilaku individu yang dapat dipertanggung jawabkan dan disesuaikan dengan standar yang disepakati bersama yang mencakup norma adat, nilai dan etika.

Perilaku Individu Dan Perilaku Sosial

Dalam menentukan standar sosial yang dapat diterima, yang pertama harus dipahami terlebih dahulu adalah apakah makna interaksi sosial. Dalam hal ini adalah seluruh tingkah laku manusia secara individual dengan cara dan tindakannya. Kita dapat mengutip pendapat dari william shakespeare:

Dunia adalah panggung dan manusia hanyalah aktor.

Perilaku manusia yang datang dalam berbagai bentuk seperti itu adalah indikasi untuk situasi tertentu. Lalu apa perbedaan antara perilaku individu dan perilaku sosial? Perilaku manusia adalah proses secara pribadi pengungkapan batin seseorang, kemudian terwujud dalam tindakannya. Sementara perilaku sosial adalah orientasi individu-individu terhadap orang lain atau sekelompok orang.

Indikator perilaku individu dan perilaku sosial tercermin dari cara mengekspresika diri saat proses interaksi dengan orang lain dalam lingkungan sosialnya. Hal tersebut dapat kita lihat ketika kita berbicara, berbagi dan bekerja. Seluruhnya mengandung nilai-nilai, rasionalitas dan harapan.

Apa Yang Mempengaruhi Perilaku Sosial?

Dalam hal ini indikator perilaku sosial yang di maksud adalah proses mengekspresikan diri saat berinteraksi dengan orang lain dalam lingkungan sosial, bisa disebut, “perilaku sosial”. Perilaku tersebut termasuk berbicara, berbagi, moralitas, nilai-nilai, hubungan, bekerja, tujuan, menyentuh, dll. Setiap berekspresi mengandung unsur rasionalitas dan harapan, oleh karena itu tentu akan menampilkan segmen penyedia yang ada gi dalamnya yaitu:

  1. Perilaku expressional seseorang yang diperlihatkan pada orang lain secara kesadaran personal. Dan ini memiliki kemampuan persepsi, menyampaikan ide, moralitas, menahan diri, rasional, dan penalaran pengalaman orang lain. Ekspresi juga melibatkan kemungkinan berinteraksi dengan sistem perilaku yang lain. Ekspresi diri harus memperhitungkan setiap tindakan pribadi, dan pertunjukan.
  2. Perilaku yang bertanggung jawab yang terletak pada individu untuk tindakannya ketika bertingkah laku dalam lingkungan sosial. Masyarakat menetapkan standar yang dapat diterima dan harapan untuk perilaku individu. Setiap individu adalah bagian dari jumlah seluruh masyarakat yang menyatakan dirinya sebagai sebuah budaya.
  3. Perilaku budaya yang terdiri dari banyak individu, bertanggung jawab atas perilakunya. Budaya berinteraksi dengan budaya lain seperti seorang individu. Kemungkinan salah satu budaya berperang dengan budaya lain yang jauh lebih tinggi dari kelambanan individu. Hal ini karena sebagian kecil dari budaya memiliki kemampuan untuk mengarahkan total penduduk ke dalam konflik. Tindakan satu budaya mungkin bertentangan dengan yang lain keyakinan dan nilai-nilai ini yang mengakibatkan perselisihan antara budaya. Setiap perselisihan bisa menghasilkan perilaku buruk dari kedua sisi.
  4. Perilaku sosial dan budaya progresif. Keterlibatan sosial harus diarahkan menuju perkembangan budaya. Jika suatu tindakan dalam perselisihan dengan kebijakan diterima maka tindakan tersebut dianggap antisosial dan ditolak sebagai prosedur yang tidak dapat diterima. Setiap perilaku dalam masyarakat adalah untuk kesatuan masyarakat selama tujuannya adalah tindakan sosial. Budaya yang menuntut pertanggungjawaban oleh para pemimpin mereka cenderung memiliki kemungkinan jauh lebih tinggi dari kemajuan sementara budaya yang memimpin dengan kekuatan cenderung mundur.

Praktek Sosial, Emosi Dan Keyakinan

Sementara tindakan non-sosial adalah kemungkinan tingkat utama perilaku dalam masyarakat yang beradab terus mendapatkan keuntungan populasi secara total. Seseorang yang memperluas pendidikan nya, harga diri atau keterampilan sosialnya merupakan penghargaan untuk masyarakatnya. Sehingga seseorang yang memilih untuk tinggal di degradasi akan menunjukkan perilaku buruk dan merupakan beban bagi kerangka sosialnya. Masyarakat yang memungkinkan kemiskinan bertanggung jawab untuk menerimanya sebagai bagian dari strukturnya.

Kesimpulannya, ada juga praktek-praktek sosial dan emosi. Dalam banyak masyarakat ada adat ribuan tahun, kebiasaan, praktek, dan hukum yang membuat tindakan yang normal dan bisa diterima. Banyak tindakan ini melibatkan emosi pribadi, keyakinan dan kehormatan interaksi dengan orang lain. Kemudian dicontohkan dengan interaksi seperti:

  1. Tindakan sederhana dari ucapan dengan berjabat tangan
  2. Menolak untuk menjadi bermoral
  3. Memaksakan kehendak pada orang lain

Membangun hubungan dan menciptakan nilai yang lebih tinggi bagi masyarakat adalah contoh perbuatan baik. Membantu tetangga atau seseorang dalam kesusahan, mengambil bagian dalam prosedur sosial adalah contoh warga negara yang baik. Sedangkan perilaku adalah tanggung jawab, itu juga memberikan karakter dan makna tindakan seseorang. Selalu melakukan apa yang baik dan benar sebagai bentuk perilaku sosial dalam masyarakat.

Leave a Reply