Mengidentifikasi Unsur Karya Sastra

Untuk mengidentifikasi unsur karya sastra kita tak lepas mesti memahami unsur naratif. Naratif yang berasal dari kata narasi adalah struktur cerita tentang peristiwa dan karakter di mana pengalaman, masalah dan bahkan kadang-kadang ditemukan solusi.

Dengan membuat narasi akan terbentuk karakteristik yang tercipta dari imajinasi menjadi cerita fiksi. Kemudian rangkaian kejadian itu dapat ditata menjadi subyek sastra. Jadi dengan mengidentifikasi unsur karya sastra inilah orang bisa mengerti situasi mereka untuk mempelajari kehidupan nyata. Dalam hal ini semua bisa diurai dalam tulisan atau lisan sebagai karya sastra.

Bentuk sastra naratif bisa berupa prosa, puisi, drama atau apapun yang terbangun oleh narasi. Meskipun tidak semua karya yang disebut sastra lalu dianggap karya seni yang bagus. Setidaknya jika menulis berpijak pada unsur unsur karya sastra itu tentu akan lebih menarik. Terlepas dari aliran atau tekniknya; karya sastra akan berguna untuk membuka sudut pandang, menganalisis dan membahas tema dari sebuah cerita. Dengan demikian karya sastra akan mempunyai ruh dan berefek pada keyakinan maupun sikap para pembacanya.

Jika demikian maka isi blog ini pun sebenarnya dapat dianggap sebagai sastra yang berfungsi sebagai teks recount. Meskipung tidak terlalu kental dengan unsur karya sastra naratif. Karena teks recount berfungsi untuk menerangkan kejadian yang terjadi sesuai tema kali ini. Jadi pada dasarnya sastra adalah segala sesuatu yang pernah tertulis. Maka saya akan mengajak anda untuk mengurai tentang unsur naratif itu. Adapun unsur unsur tersebut dibagi menjadi dua.

Unsur Karya Sastra Intrinsik dan Ekstrinsik

Dalam buku “Theory of Literature”, oleh Welleck dan Warren mengidentifikasi unsur karya sastra bisa menggunakan dua jenis pendekatan, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Pendekatan intrinsik didasarkan pada pendekatan teks itu sendiri, sementara pendekatan ekstrinsik adalah pendekatan yang tidak memiliki teks, seperti sejarah, lingkungan, ekonomi, sosial dan politik.

Unsur-Unsur Intrinsik

Unsur-unsur intrinsik dalam karya sastra adalah unsur yang dapat kita temukan dalam cerita itu sendiri. Kita dapat mengidentifikasi mereka dengan mudah karena semua fakta-fakta yang ada di dalam tulisan itu. Dari situ bisa ditemukan tentang:

1. Tema

Tema adalah sebuah ide sentral atau pernyataan yang menyatukan dan mengendalikan seluruh unsur karya sastra. Tema dapat mengambil bentuk wawasan singkat dan bermakna atau visi komprehensif kehidupan; ini mungkin satu ide. Tema juga menulis cara berkomunikasi dan berbagi ide. Di sana juga ada persepsi dan perasaan untuk pembaca yang dapat langsung dinyatakan dalam cerita, atau itu hanya secara tersirat. Tema tidak dapat disimpulkan hanya dengan bagian-bagian tertentu dari cerita.

2. Karakterisasi atau Penokohan

Karakter adalah bagian paling penting dari cerita. Unsur karya sastra ini menciptaan dan pengembangan karakter tokoh dalam cerita. Ini membantu untuk mengirim pesan dari cerita melalui perilaku dan ekspresi pemilik karakter. Beberapa jenis karakter ada 4 yaitu:

  • Peran Utama: Karakter akan selalu muncul di sebagian besar dari alur cerita.
  • Protagonis: Karakter tokoh utama dalam cerita.
  • Antagonis: Kekuatan yang bekerja melawan protagonis.
  • Pendukung: Ini biasanya jarang muncul dalam cerita mereka hanya digunakan sekali atau dua kali dalam sebuah cerita.

3. Sudut Pandang

Mengacu pada cerita yang dikisahkan oleh karakter. Ini merupakan karakteristik utama dari unsur karya sastra prosa. Sudut pandang ini adalah modus dari narasi yang dikerjakan seorang penulis untuk membiarkan para pembaca mendengar dan melihat apa yang terjadi dalam cerita, puisi maupun esai. Disini sudut pandang terdiri dari tiga unsur karya sastra:

  • Orang pertama: Sudut pandang yang digunakan ketika karakter utama menceritakan dirinya.
    • “Aku merasa merasa seperti aku sedang tenggelam dalam laut yang tak berdasar.”
  • Orang kedua: Di mana penulis menggunakan pembacanya karena penulis jarang berbicara langsung kepada pembaca.
    • “Sepertinya Anda tidak bisa membedakan dengan jelas antara frustrasi dan kemarahan.”
  • Orang ketiga: Sudut pandang orang lain atau apa yang Anda dengar dalam petikan-petikan deskriptif.
    • “Mukidi adalah seorang pria yang tak punya prinsip. Sangat memungkinkan siapapun bisa menipunya dengan mudah karena dia tidak pernah membaca.”

4. Plot atau Alur

Plot adalah penataan cerita yang membangun karya sastra. Plot adalah alur yang memberikan peristiwa secara berurutan. Unsur karya sastra ini dapat menggunakan kilas balik tentang maju dan mundurnya waktu dalam cerita. Unsur yang ada dalam plot adalah:

  • Pertanda: Petunjuk penulis kepada pembaca tentang sesuatu yang pada akhirnya akan muncul dalam cerita; mungkin eksplisit atau tersirat.
  • Konflik: Perjuangan antara kekuatan yang berlawanan.
  • Eksposisi: Informasi latar belakang mengenai pengaturan, karakter, plot.
  • Ketegangan: Ketegangan yang penulis gunakan untuk menciptakan perasaan tidak nyaman tentang hal yang tidak diketahui.
  • Rising Action: Proses cerita mengikuti saat unsur karya sastra ini membangun konflik utamanya.
  • Krisis: Titik balik dalam cerita yang menentukan bagaimana semuanya harus berakhir.

5. Pengaturan

Pengaturan adalah unsur karya sastra yang mengatur waktu dan tempat atau lokasi kejadian sebuah cerita. Dalam karya sastra seorang penulis mungkin secara langsung menyatakan secara rinci waktu dan tempat. Atau ia mungkin memberikan petunjuk pada pembaca. Sebagai contoh, ia menggambarkan bagaimana orang-orang dalam ceritanya berpakaian atau perilaku untuk memberitahu periode waktu dari cerita. Bisa juga ia menggambarkan sebuah kota atau negara dengan cuaca tertentu untuk memberikan petunjuk tentang iklim kota tersebut. Sangatlah penting untuk mengetahui pengaturan untuk memahami sebuah cerita.

5. Pesan Moral

Unsur karya sastra ini terkadang digambarkan sebagai masalah, tapi tidak lebih dari menawarkan sebuah solusi atau saran pada pembacanya tentang apa yang harus dilakukan. Posisi pesan moral tersembunyi di dalam setiap cerita. Terlepas dari apakah cerita itu benar-benar menawarkan solusi moral atau tidak. Pertanyaan tentang benar dan salah, bagaimana hati nurani kita tergerak memiliki tempat dalam setiap cerita, baik langsung maupun tersirat. Inti masalahnya adalah tema, solusinya adalah pesan moral.

6. Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah cabang dari linguistik yang diterapan dalam gaya penulisan, tetapi tidak secara eksklusif pada unsur unsur karya sastra. Gaya bahasa berfokus pada nilai-nilai dan perangkat retoris yang digunakan sebagai ciri khas seseorang menulis. Ini menggunakan pemahaman bahasa dan dinamika sosial. Adapun gaya tersebut adalah:

  • Metafora: Kontras dengan hal-hal yang tampaknya tidak sama untuk meningkatkan makna situasi atau tema tanpa menggunakan sebagai atau seperti.
    • “Kau adalah sinar rembulan yang menyinari malamku.”
  • Kiasan: Kontras dengan hal-hal yang tampaknya tidak sama untuk meningkatkan makna dari unsur karya sastra pada situasi atau tema menggunakan sebagai atau seperti.
    • “Apa yang terjadi pada hasrat yang tertahan, apakah meleleh seperti aspal diatas tungku yang terbakar?”
  • Hiperbola: Melebih-lebihkan suatu perasaan atau peristiwa dalam pengungkapannya.
    • “Berjuta peristiwa telah aku lewati di tahun ini.”
  • Simbolisme: Unsur karya sastra ini memberikan karakteristik manusia pada objek non-manusia.
    • “Indonesia melemparkan topinya ke tengah lapangan untuk memberikan dukungan kepada Argentina.”

Unsur-Unsur Ekstrinsik

Unsur karya sastra ini secara umum adalah tentang hal-hal yang tidak dapat ditemukan di dalam cerita itu sendiri. Bukan materi tapi fakta-fakta dan informasi yang mendukung cerita tersebut. Antara lain tentang latar belakang atau profil penulis; inspirasi, pengalaman hidup dan lain-lainnya. Hal itu juga dapat memberitahu tentang situasi kehidupan pada masa lalu, sekarang atau mungkin masa depan, dan lainnya yang mendukung fakta-fakta. Pada unsur karya sastra ekstrinsik diambil dari beberapa latar belakang yaitu:

1. Profil Penulis

Bagian ini berisi tentang kehidupan penulis yang juga mempengaruhi karya sastra dalam pengaturan dan plot cerita. Situasi dan kondisi penulis atau apa yang sedang dialami sekarang juga mempengaruhi pembuatan cerita. Ia akan mampu menggambarkan alur cerita dengan rinciannya, karena mereka mengalami situasi seperti itu. Ketika membuat sebuah karya sastra, penulis bisa mencerminkan kembali ke hidupnya.

2. Nilai sosial

Dalam unsur karya sastra ini cerita tergantung pada latar belakang sosial penulis. Dia mungkin akan menulis sesuatu yang menghubungkan pada komunitas di sekitar mereka. Bisa juga masalah sosial yang terjadi di dunia atau organisasi sosial di dalam negara tertentu. Latar belakang sosial juga dapat digunakan untuk menggambarkan biografi seseorang dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan mereka saat ini.

3. Nilai Sejarah

Unsur karya sastra juga memuat latar belakang sejarah yang mungkin dijelaskan oleh alur cerita. Itu bisa ditunjukkan oleh garis waktu. Latar belakang peristiwa dalam sejarah atau pengaturan masa lalu cerita itu. Unsur karya sastra ini juga bisa menunjukkan pengembangan atau peningkatan hal tertentu atau kondisi. Menjelaskan latar belakang historis juga dapat digunakan untuk mengirim pesan untuk membuat pembaca menyadari kesalahan dan mengambil tindakan untuk memperbaiki catatan buruk.

4. Nilai budaya

Latar belakang budaya dalam cerita mungkin juga berhubungkan dengan kehidupan penulis. Misalnya, budaya sang penulis dapat dicampur ke dalam cerita. Mungkin menampilkan kehidupan atau peristiwa kebudayaan suatu negara tempat si penulis tinggal. Latar belakang budaya dapat merujuk pada pengaturan dan plot cerita. Itu tergantung di mana pencerita mengambil kisah.

Bagaimana Cara Mengidentifikasi Unsur Karya Sastra

Mengidentifikasi Unsur Karya Sastra

Pada dasarnya, untuk menganalisis karya sastra kita harus mamahami lima langkah:

1. Pemahaman Interpretasi Hipotesis

Disini tiba pada pemahaman teks yang pertama yaitu dengan membaca teks dengan seksama. Dengan mengetahui tentang penulis yang mungkin ada, dengan mengidentifikasi zaman, genre atau sejenisnya. Kemudian merumuskan dengan sebuah penafsiran atau hipotesis yang pertama. Bacalah seluruh cerita dan merekamnya secara tertulis dan perhatikan informasi pada unsur karya sastra itu. Kemudian berhipotesis.

2. Aspek Analisis

Bagian utama dalam mengidentifikasi unsur karya sastra adalah sebagai berikut: Pertama ringkaslah isi dengan teks singkat dan kemudian dengan teliti carilah rinciannya, misalnya fitur-fitur khusus dalam struktur, bahasa, dll. Sebelum melakukannya, perkembangan ini disebut text immanent analysis.

3. Menggabungkan Interpretasi

Tempatkan hasil analisis Anda secara koheren sebagai konteks yang sekonsisten mungkin dengan merumuskan, menempatkan, mendaftar dan menjelaskan melalui satu tesis interpretatif atau lebih. Langkah ini perlu agar tidak kehilangan analisis sistematis dari semua unsur karya sastra itu secara keseluruhan. Selain itu penting juga untuk mengenali unsur unsur karya sastra ini. Dalam satu teks, menganalisis isi mengarah pada hasil yang penting, misalnya pada bahasa atau komposisi. Namun, ini hanya menunjukkan hasil dari pertimbangan semua komponen yang berbeda.

4. Kontektualisasi

Tempatkan penafsiran Anda dalam konteks yang lebih luas, misalnya bandingkan dengan unsur karya sastra lain yang berhubungan dengan karya penulis atau fitur dari zaman kejadian cerita itu. Aspek berikut dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam pekerjaan (Catatan: hanya pilihan, ada banyak aspek yang lain).

  1. Aspek Biografi
  2. Aspek Spiritual
  3. Aspek Prientasi
  4. Aspek Sejarah

5. Analisis Interpretasi

Pada akhirnya, Anda akan menulis analisis lengkap atau interpretasi di mana Anda dapat memasukkan temuan Anda pada hasil dari empat langkah kerja sebelumnya. Anda mungkin akan bertanya lebih lanjut, menulis tugas untuk mengomentari atau proses aspek karya sastra dalam cara yang lebih kreatif. Misalnya dalam sebuah surat kepada penulis atau dalam mengidentifikasi unsur karya sastra yang secara luas.

  • 7
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.