Kasus Pencurian Lukisan Paling Terkenal Dalam Sejarah

Kasus pencurian lukisan adalah kejahatan kuno dan rumit. Ketika Anda melihat pada beberapa kasus yang paling terkenal dari pencurian karya dalam sejarah seni, Anda akan melihat operasi tersebut direncanakan secara rapi dan menyeluruh yang melibatkan pedagang seni, pemalsu karya seni, mafia bahkan uang tebusan yang jumlahnya jutaan dolar. Di sini Anda dapat membaca tentang beberapa kasus yang paling terkenal dari Pencurian lukisan dalam sejarah.

Pencurian pertama:

Kasus yang pernah didokumentasikan pertama kali adalah pencurian pada tahun 1473, ketika dua panel dari altar penghakiman terakhir karya pelukis Belanda Hans Memling dicuri. Namun pada saat karya tersebut diangkut dengan kapal dari Belanda ke Florensia, kapal diserang oleh bajak laut yang membawanya ke Katedral Gdansk di Polandia. Hingga saat ini, bagian karya seni yang ditampilkan pada Museum Nasional di Gdansk tersebut adalah pindahan dari Basilica sebuah katedral katolik roma di Amerika Serikat.

Kisah Pencurian Lukisan Mona Lisa:

Cerita pencurian paling terkenal ini melibatkan salah satu karya yang paling terkenal di dunia. Dan paling rumit jika salah satu tersangka dalam sejarah pencurian tersebut adalah senimannya sendiri. Pada tanggal 21 Agustus malam tahun 1911, lukisan Mona Lisa dicuri dari Louver sebuah museum yang saat ini menjadi museum terbesar di dunia dan sebuah monumen bersejarah di Paris, Perancis. Setelah itu, Pablo Picasso ditangkap dan diinterogasi oleh polisi tentang keterlibatanya pada kasus pencurian lukisan ini, tetapi segera dilepaskan saat itu juga.

Butuh waktu sekitar dua tahun sampai misteri ini diselesaikan oleh polisi Paris. Ternyata lukisan 30 X 21 inci itu dicuri oleh salah satu karyawan museum dengan nama Vincenzo Peruggia, dengan cuma membawanya dengan cara menyembunyikan di bawah mantelnya. Namun demikian, Peruggia tidak bekerja sendirian. Pencurian lukisan itu dilakukan dengan sangat rapi bersama seorang mafia terkenal bernama Eduardo de Valfierno. Mafia inilah yang dikirim oleh seorang pemalsu karya seni yang tujuanya untuk membuat salinan dan menjual lagi sebagai lukisan asli.

Sementara pada saat Yves Chaudron (sang pemalsu) sedang sibuk membuat salinan untuk karya terkenal tersebut, lukisan Mona Lisa yang asli masih disembunyikan di apartemen Peruggia. Hingga setelah dua tahun setelah kasus pencurian lukisan tersebut Peruggia tidak mendengar lagi kabar dari Chaudron, kemudian dia mencoba untuk membuat lagi lukisan Mona Lisa tiruan dari yang telah dipalsunya. Namun akhirnya dia tertangkap oleh polisi saat mencoba menjual lukisannya pada dealer seni di Florence, Italia. Dan pada akhirnya Mona Lisa kembali ke Louver pada tahun 1913.

Kasus Terbesar Pencurian Lukisan di Amerika Serikat:

Pencurian lukisan terbesar di Amerika Serikat berlangsung di Isabella Stewart Gardner Museum. Pada malam hari tanggal 18 Maret di tahun 1990, sekelompok pencuri tersebut mengenakan seragam polisi kemudian memasuki museum dan mengambil tiga belas lukisan yang diperkirakan bernilai sekitar 300 juta dolar pada saat itu. Para pencuri mengambil dua lukisan dan satu karya Rembrandt, karya-karya Vermeer, Manet, Degas, Govaert Flinck, serta artefak Perancis dan Cina.

Seperti sebelumnya, tidak satupun dari karya seni tersebut ditemukan dan kasus pencurian lukisan ini masih belum terpecahkan hingga saat ini. Menurut desas-desus, FBI sedang menyelidiki kemungkinan bahwa Mob Boston bersama dealer seni Perancis ada hubunganya dengan kejahatan tersebut tapi entahlah.

The Scream:

Hilangnya lukisan karya Edvard Munchs, The Scream, mungkin adalah kaksus paling terkenal dalam sejarah. Karya tersebut adalah yang paling dicari oleh pencuri karya seni saat itu. Karena karya itu telah dicuri dua kali dan baru-baru ini saja ditemukan. Pencurian lukisan ini terjadi pada tahun 1994, selama Olimpiade Musim dingin di Lillehammer, Norwegia. Pada saat itu The Scream dicuri dari sebuah galeri Oslo oleh dua pencuri melalui jendela pecah yang terbuka. Namun pada saat alarm berbunyi dua pencuri telah lari dan meninggalkan catatan: “Terima kasih untuk miskinnya keamanan.”

Tiga bulan kemudian, pemegang lukisan meminta pemerintah Norwegia untuk menebus The Scream Edvard Munchs sebesar 1 juta dolar. Namun pemerintah menolak tawaran itu, tapi secara diam-diam polisi Norwegia berkolaborasi dengan Polisi Inggris dan Getty Museum untuk menyelesaikan kasus pencurian lukisan ini. Dan akhirnya bisa membawa kembali lukisan tersebut pada tempatnya.

Sepuluh tahun kemudian, The Scream dicuri lagi dari Munch Museum. Dalam kasus pencurian lukisan kali ini, para perampok menggunakan pistol dan membawa satu karya Munchs lainnya bersama mereka. Sementara pejabat Museum menunggu para pencuri untuk meminta uang tebusan, desas-desus menyatakan bahwa kedua lukisan dibakar untuk menghilangkan bukti. Meskipun pada akhirnya polisi Norwegia menemukan dua lukisan itu pada 31 Agustus 2006. Tapi fakta-fakta tentang kasus pencurian lukisan ini dan bagaimana mereka ditemukan belum diketahui pada saat ini.

Leave a Reply